Robot seks pria segera lahir, apa kata dunia?

 

Dengan perkembangan teknologi yang makin menjadi-jadi, maka akan semakin sulit pula untuk menghambatnya tumbuh melahirkan inovasi. Sayangnya, banyak sekali kemajuan teknologi saat ini yang justru dinilai mampu mempengaruhi umat manusia. Terlepas itu baik, atau buruk.

Salah satu yang mempengaruhi umat manusia secara negatif adalah robot. Tetapi robot ini bukan sembarang robot, melainkan robot seks.

Kita tahu bahwa sebelumnya sudah ada robot seks atau boneka seks wanita yang mana itu dapat jelas merusak pola pikir manusia. Sedangkan ini muncul sebuah robot seks berbentuk pria. Lantas, akankah robot seks pria ini mampu mengubah perilaku manusia kelak? Atau mampukah akan menggantikan peran pria dalam urusan seks di masa yang akan datang? Ini yang akan kita bahas sekarang.

Industri robot seks seperti yang diketahui telah memiliki dampak besar bagi umat manusia. Para peneliti mengklaim bahwa boneka seks dengan Mr. P bionik diprediksi dapat menggantikan peran pria di masa yang akan datang.

 

Robot seks pria ini memiliki baterai di dalamnya. Dapat diisi ulang sehingga penggunanya dapat memperkirakan waktu untuk ‘bersenang-senang’ dengan ‘mereka’. Selain itu, pembuatnya telah memberi kemampuan pada robot ini untuk mampu merespon isyarat verbal dan akan mengalahkan ‘mainan seks’ biasa.

Parahnya lagi, robot seks pria dengan Mr P bionik ini akan mengalahkan pria tulen dengan ‘kekuatan’ yang dimilikinya. Bahkan mampu memberikan penetrasi dengan sudut manapun. Ini benar-benar akan mengalahkan peran pria dalam urusan ranjang.

Berdasarkan lansiran Duniabola99.org (27/9), peneliti mengungkapkan bahwa robot seks pria ini terlalu sempurna untuk urusan ‘sex experience’. Diklaim mampu menggantikan pria tulen di ranjang adalah bukan main-main. Terlebih lagi mereka dapat bergerak seperti yang apa yang diinginkan penggunanya.

Jika dengan boneka seks wanita yang sudah beredar saat ini saja banyak pria yang rela menikah dengannya, lantas apakah yang akan terjadi jika robot seks pria ini jadi komersilkan? Mungkinkah bakal mempengaruhi perilaku wanita milenial nantinya?

Meski begitu, robot tetaplah robot. Mereka tidak dapat memiliki hubungan dengan penggunanya lewat perasaan kecuali urusan ranjang. Sementara wanita pada dasarnya tidak memiliki pemikiran yang melulu tentang seks. Wanita juga terkadang ingin mendengar cerita, didengarkan saat bercerita, wanita butuh perhatian yang lebih, menemani mereka berbelanja, menemani saat bahagia, dan lain sebagainya.

Lantas, bagaimana dengan pendapat Anda?

DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR Agen Judi Online

Post Author: shindy vero99